
Prodi PTE melaksanakan PKM Internasional bersama LPMAS Kampong Bharu, Gelar Seminar Hibrida Lintas Negara Malaysia
KUALA LUMPUR – Prodi PTE yang dihadir oleh Mursyidin, M.T dan Fathicah, M.Eng melaksanalan PKM di Kampong Bharu (LPMAS), Kuala Lumpur, Malaysia. Nota Kesepahaman (MoU) bernomor B-18/KABA/05/2026 itu ditandatangani di kantor LPMAS, Senin (29/6/2026), di sela International Community Engagement Program, kegiatan pengabdian masyarakat internasional bertema “Smart Islamic Cultural Community for Modern Malay Urban Villages”.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Yayasan KABA Academic Society, Eliana, SE., M.Si., bersama Tuan Haji Shamsuri Bin Suradi selaku perwakilan LPMAS. Kedua pihak kemudian bertukar cenderamata. Kerja sama itu mencakup bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial masyarakat.

Seminar bertajuk “Smart Islamic Community, Digital Heritage and Education Conference” berlangsung hibrida selama dua hari. Hari pertama digelar tatap muka di Kuala Lumpur dengan agenda registrasi, pembukaan, sambutan mitra, dan sesi panel. Hari kedua, Selasa (30/6/2026), berlangsung daring melalui Zoom agar menjangkau audiens lebih luas di Indonesia dan Malaysia.
Para pemateri datang dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Universitas Syiah Kuala, dan IAIN Langsa, serta akademisi dari Universiti Malaysia Perlis. Topiknya beragam: pendidikan karakter berbasis nilai Rabbani, peran keluarga dalam mencegah perundungan, pendekatan holistik pendidikan anak usia dini, dan literasi digital dalam pendidikan tinggi Islam. Ada pula pembahasan kearifan lokal Smong untuk mitigasi tsunami, pemanfaatan daun senggani untuk kesehatan, pengelolaan sampah, serta ekonomi dan bisnis halal berbasis komunitas.
Kegiatan ini menyasar warga Kampong Bharu, yaitu pemuda, ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, dan siswa sekolah dasar. Tim pelaksana berjumlah 195 orang dari 42 instansi, terdiri atas pengurus yayasan, akademisi, mahasiswa, dan donatur. Dari kalangan mahasiswa, 19 orang terlibat, di antaranya dari UIN Ar-Raniry, UIN Sultanah Nahrasiyah, IAIN Langsa, dan STIE Sabang.
Persiapan kegiatan telah dimulai sejak pertengahan Maret 2026. Tahapannya meliputi survei lokasi dan koordinasi dengan LPMAS, penggalangan dana, pengurusan izin lintas negara, dan technical meeting pada 20 Juni. Setelah seminar, tim mempublikasikan hasil kegiatan di media daring dan media sosial, melakukan monitoring dampak lingkungan pada 5 Juli, dan menyusun laporan pada 10 Juli 2026.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi payung bagi program lanjutan, seperti pelatihan kewirausahaan digital, inkubasi bisnis halal, dan literasi digital berkelanjutan. Dengan landasan kerja sama itu, kegiatan di Kampong Bharu dirancang bukan sebagai agenda sekali jalan, melainkan awal dari kemitraan jangka panjang antara akademisi Aceh dan masyarakat Melayu di jantung ibu kota Malaysia.
.png)