.jpeg)
Dosen PTE UIN Ar-Raniry Teliti Dampak Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Capaian Mata Kuliah
Banda Aceh — Tim dosen Program Studi Pendidikan Teknik Elektro (PTE) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry meneliti bagaimana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning, PjBL) berkaitan dengan ketercapaian capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) pada kurikulum berbasis outcome-based education (OBE). Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Hari Anna Lastya sebagai ketua, bersama Sadrina dan Sema Syalsabila, dengan dukungan dana DIPA UIN Ar-Raniry Tahun Anggaran 2026.

Kurikulum OBE menuntut setiap mata kuliah menunjukkan bukti bahwa mahasiswa mencapai capaian yang ditetapkan, tidak cukup dengan melaporkan nilai akhir. Prodi PTE menjalankan kurikulum OBE sejak tahun akademik 2025/2026 dan beberapa mata kuliahnya sudah memakai PjBL. Penelitian ini dirancang untuk menjawab apakah ketercapaian CPMK berubah setelah PjBL diterapkan, dan pada ranah mana capaian mahasiswa paling kuat atau paling lemah.
Penelitian melibatkan 78 mahasiswa dari tiga mata kuliah, yaitu Dasar Energi Listrik, Rangkaian Listrik DC, dan Praktikum Pengendalian Motor Listrik. Ketercapaian CPMK diukur pada tiga ranah: kognitif melalui tes esai, psikomotor melalui rubrik penilaian proyek, dan afektif melalui lembar observasi sikap.
Hasilnya menunjukkan nilai kognitif mahasiswa naik dari rata-rata 37,24 pada pretest menjadi 72,49 pada posttest. Penilaian psikomotor dan afektif tergolong tinggi, masing-masing 85,92 dan 86,77 pada skala 0–100. Mahasiswa paling kuat dalam perencanaan proyek dan kedisiplinan, sedangkan presentasi hasil proyek serta kreativitas dan inisiatif menjadi aspek yang masih perlu diperkuat.
Tim peneliti menegaskan bahwa hasil ini perlu dibaca dengan hati-hati. Penelitian dilakukan tanpa kelompok pembanding, sehingga temuannya menunjukkan adanya peningkatan setelah PjBL diterapkan dan belum menyimpulkan bahwa PjBL lebih unggul daripada model pembelajaran lain. Selama pelaksanaan, tim juga mencatat bahwa PjBL memerlukan waktu, peralatan, dan pengelolaan kerja kelompok yang lebih besar, serta bahwa dosen memerlukan dukungan dalam menyusun asesmen berbasis luaran.
Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan perluasan PjBL secara bertahap disertai evaluasi yang lebih kuat, pelaporan ketercapaian CPMK pada tiga ranah, penguatan kemampuan presentasi dan inisiatif mahasiswa, serta dukungan pelatihan bagi dosen. Hasil penelitian sedang disiapkan menjadi artikel jurnal ilmiah, ringkasan eksekutif, dan policy brief untuk pengelola program studi dan fakultas.
.png)